Definisi Ca
1. Neoplasma atau Ca adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna dari tubuh (Patologi-Universitas Indonesia Hal.77)
2. Neoplasma secara harfiah berarti “pertumbuhan baru”. Suatu neoplasma, sesuai definisi Willis, adalah “massa abnormal jaringan yang pertumbuhannya berlebihan dan tidak terkoordinasikan dengan pertumbuhan jaringan normal serta terus demikian walaupun rangsangan yang memicu perubahan tersebut telah berhenti. (Patologi-Robbins edisi 7 Hal.186)
3. Ca adalah proses mutasi atau aktivasi abnormal gen sel yang mengendalikan pertumbuhan sel dan mitosis sel (Fisiologi kedokteran edisi 11-Guyton Hal.41)
4. Neoplasma ialah Massa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan, tidak terkoordinasi dengan jaringan normal dan tumbuh terus meskipun rangsang yang menimbulkannya/memulainya telah hilang.(Patologi I (Umum) Edisi ke1-Sudarto Hal.171)
Perkembangan sel normal menjadi sel kanker
Ciri-ciri tumor ganas atau kanker :
1. Infiltratif, yaitu tumbuh bercabang-cabang menyebuk ke dalam jaringan sehat di sekitarnya, menyerupai jari-jari kepiting (cancer). Maka tumor ganas sering juga disebut kanker.
2. Residif (Kambuh), setelah di angkat atau diberi pengobatan dengan penyinaraan sering, tumor ganas tumbuh lagi. Keadaan ini disebabkan karena terdapat sel-sel tumor yang tertinggal, yang kemudian tumbuh dan menjadi besar membentuk tumor pada tempat yang sama.
3. Metastasis, tumor ganas sanggup mengadakan penyebaran sel sel kanker di tempat lain melalui peredaran darah atau cairan getah bening.
4. Tumor ganas tmbuhnya cepat
5. Hiperplasia
6. Tidak terkoordinasi
7. Tidak terbatas
Metastasis Ca :
1. Pembuluh darah, atau Penyebaran sel tumor melalui aliran darah disebut penyebaran hematogen. Cara penyebaran ini khas untuk tumor ganas jenis sarkoma, meskipun dapat juga terjadi pada karsinoma. Sel tumor masuk ke dalam aliran darah diduga telah terjadi sejak timbul penampilan klinik tumor tersebut.
2. Penyebaran limfatik, penyebaran ini melalui aliran getah bening disebut penyebaran limfogen. Se tumor ganas masuk lumen pembuluh limfe kemudian terbawa oleh aliran limfe masuk pembuluh aferen dan sampai di kelenjar bening regional.
3. Rongga permukaan tubuh, yang paling sering terjadi penyebaran pada rongga peritoneum, tetapi dapat pula terjadi pada rongga pleura, perikardium, subarachnoid dan rongga sendi.
Kakeksia Kanker :
Banyak pasien kanker menderita penyusutan progresif lemak tubuh dan massa tubuh nonlemak, disertai lemahnya tubuh secara mencolok, anoreksia, dan anemia. Sindrom mengurusnya tubuh ini disebut kakeksia. Perburukan yang lambat ini biasanya diakhiri oleh timbulnya infeksi. Secara umum terdapat korelasi antara ukuran dan luas penyebaran kanker dengan keparahan kakeksia.(Patologi-Kumar Hal.231)
Definisi Ca Paru
1. Kanker paru adalah kanker pada lapisan epitel saluran nafas (karsinoma bronkogenik). (Patofisiologi-Corwin hal.576)
2. Kanker paru adalah kanker yang mengalami penyebaran ke tempat limfatik regional dan tempat lain pada saat didiagnosis. (KMB Vol.1 Hal.628)
Jenis Kanker Paru-paru
Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut Karsinoma Bronkogenik yang terdiri dari:
- Karsinoma Sel Skuamosa, sebanyak 30% dari kanker paru. Kanker ini jelas berkaitan dengan asap rokok dan pajanan dengan toksik toksik lingkungan, seperti asbestos dan komponen polusi udara.
- Karsinoma Sel Kecil, sekitar 25% dari semua kanker. Tumor jenis ini juga disebut sebagai karsinoma oat cell dan biasanya tumbuh di bagian tengah paru.
- Karsinoma Sel Besar, sangat anaplastik dan cepat bermetastasis, tumor ini sekitar 10-15% dari semua kanker paru.
- Adenokarsinoma, adalah jenis kanker paru yang berasal dari kelenjar paru, 30% dari semua kanker paru.
(Patofisiologi Sylvia-Vol.2 Hal.845 dan Patofisiologi Corwin Hal.577)
Etiologi Ca Paru
• Merokok
• Perokok kedua (perokok pasif)
• Bahaya industri
• Polusi udara
• Jenis virus, virus dianggap dapat menyatukan diri dalam struktur ginetik sel, sehingga mengganggu generasi mendatang dari populasi sel tersebut
(Patofisiologi Sylvia-Vol.2 Hal.843)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar