Powered By Blogger

Selasa, 27 Maret 2012

EPILEPSI


Epilepsi atau ayan tidak hanya berupa reaksi tubuh kelojotan atau kejang-kejang disertai keluar air liur. Penyakit epilepsi juga bisa bermanifestasi dalam bentuk bengong. Orang yang bengong namun tidak sadar meski telah ditepuk atau dipanggil namanya, menunjukkan gejala epilepsi.

Hal ini bisa menurunkan prestasi belajar pada anak atau konsentrasi kerja bagi pekerja. Sayangnya, hingga kini belum diketahui pasti berapa jumlah penderita epilepsi maupun sebarannya di Indonesia. Yayasan Epilepsi Indonesia berupaya menjaring data itu dengan membuat survei yang bisa diakses di http://www.ina-epsy.org. Namun sayangnya, sejak beberapa waktu diluncurkan, peserta survei masih puluhan orang.

Ia mengatakan, survei ini akan sangat membantu dalam memberi masukan kepada pemerintah atau pun menjadi bahan dalam pemberian pertolongan/perawatan bagi pasien.


Description: Tips Kesehatan Mengenal 4 Gejala Epilepsi pada Anak 150x150 Tips Anti Epilepsi: Mengenal 4 Gejala Epilepsi pada AnakEpilepsi (epilepsy) bisa sulit untuk didiagnosis pada anak-anak karena mereka belum bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan atau alami.
Gejala yang muncul bisa jadi dianggap sebagai gejala kondisi lain, sehingga selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak terdiagnosis dengan tepat.
Gejala yang muncul pada setiap anak akan bervariasi dan tergantung pada jenis epilepsi yang diderita.
Oleh karena itu sangat penting untuk mengenali gejala-gejala epilepsi pada anak.
Epilepsi yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan anak menjadi tidak mampu belajar dan mengalami masalah perilaku serta sosial.
Berikut adalah beberapa gejala epilepsi yang bisa muncul pada anak:
1. Tatapan Mata Kosong
Jika anak berhenti melakukan apa yang sedang dia lakukan dan menatap dengan tatapan mata kosong seperti melamun, orang tua harus waspada. Gejala ini disebut sebagai kejang petit mal (petit mal seizure).
Lengan atau kepala anak mungkin akan tampak lunglai, namun kejang jenis ini biasanya tidak akan menyebabkan anak jatuh ke bawah atau kehilangan kesadaran.
Setelah kejang berakhir (berlangsung dalam waktu 30 detik sampai satu menit) anak tidak akan menyadari apa yang telah terjadi.
2. Kejang Total (Total Convulsions)
Kejang grand mal (grand mal seizures) adalah penyebab kejang total tubuh. Kejang ini merupakan kejang yang paling serius. Kejang total akan menyebabkan anak jatuh ke tanah dan kehilangan kesadaran.
Kejang total biasanya berlangsung sekitar 2 sampai 5 menit. Selama kejang berlangsung tubuh anak akan kaku dan bergetar tak terkendali.
Anak mungkin akan kehilangan kontrol kandung kemihnya, sehingga keluar air seni tanpa disadarinya. Selain itu, air liur mungkin juga akan keluar disertai bola mata anak yang memutar ke belakang.
Setelah kejang berakhir, anak akan bingung selama beberapa menit, otot-ototnya menjadi sakit dan akan tertidur untuk waktu yang lama.
3. Kedutan (Twitching)
Meskipun kedutan dapat muncul pada berbagai jenis epilepsi, namun akan terlihat lebih jelas pada epilepsi fokal.
Kedutan biasanya bersifat lokal, kemungkinan dimulai pada satu jari atau telapak tangan.
Kemudian akan semakin memburuk, menjalar hingga ke lengan kemudian menyebar sampai sebagian atau seluruh tubuh menjadi berkedut. Sebagian anak tetap sadar, namun sebagian yang lain akan kehilangan kesadaran saat mengalami gejala ini.
4. Aura
Aura dianggap sebagai tanda peringatan. Aura terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung.
Sebuah aura dapat menyebabkan anak tiba-tiba merasa sakit tanpa sebab, mendengar suara yang tidak nyata, atau mencium bau yang tidak ada sumbernya.
Anak juga akan mengalami masalah dengan penglihatan atau perasaan aneh di suatu tempat di bagian tubuhnya, terutama di perutnya.
Walaupun anak mungkin tidak mengenali tanda-tanda peringatan sebagai aura, seiring berjalannya waktu Anda akan dapat menghubungkan tanda-tanda awal dengan serangan epilepsinya.[
Pertolongan pertama bagi penderita epilepsi (ayan) sangat membantu pemulihan mereka sesudah serangan epilepsi mereka reda.
Melihat seseorang mendapat serangan epilepsi, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama anda, adalah pengalaman yang cukup menegangkan. Namun, epileptik tidak akan membahayakan anda dan sedang sangat membutuhkan bantuan anda.
10 langkah pertolongan pertama yang dapat anda lakukan adalah:
  1. Tetap tenang.
  2. Perhatikanlah sekeliling anda. Apakah orang itu berada di tempat yang berbahaya, misalnya di dekat api, kolam atau tangga? Jika tidak, jangan pindah mereka. Pindahkahlah benda-benda dari sekitar mereka, misalnya meja dan lemari agar tidak jatuh menimpa mereka jika tertabrak.
  3. Catat lamanya serangan. Jika serangan berlangsung selama 5 menit tanpa berhenti, segera panggil ambulans atau siapkan kendaraan untuk mengantarnya ke rumah sakit.
  4. Temani mereka. Jika mereka tidak ambruk, tapi terlihat kosong atau bingung, tuntun mereka menjauh dari bahaya apapun. Berbicaralah dengan tenang.
  5. Jika mereka ambruk, letakkan sesuatu yang lembut dibelakang kepala mereka. Misalnya: bantal atau baju.
  6. Jangan berusaha menahan gerakan kejang mereka. Hal ini justru dapat melukai mereka.
  7. Jangan masukkan apapun ke mulut mereka. Mereka tidak akan mengigit lidah, jangan kawatir.
  8. Periksa kembali waktunya. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, panggil ambulans.
  9. Sesudah kejang berhenti, letakkan mereka di posisi pemulihan dan periksa apakah pernafasan mereka kembali normal. Periksa mulut mereka untuk memastikan tidak ada benda yang menghalangi saluran pernafasan, misalnya makanan atau gigi palsu. Jika mereka sulit bernafas, segera panggil ambulans.
  10. Tetap bersama mereka hingga mereka pulih. Jika mereka terluka atau mendapat serangan lanjutan, segera panggil ambulans.

Jenis pengobatan epilepsi

By Admin, on August 7th, 2010
Pengobatan epilepsi (ayan) harus disesuaikan dengan jenis epilepsi yang dialami. Ada beberapa jenis pengobatan yang dapat digunakan untuk mengontrol atau menyembuhkan epilepsi.
Obat-obatan
Obat epilepsi umumnya ditelan. Ada pula obat yang dimasukkan ke dubur bagi pasien cilik dan sedang dikembangkan obat semprot hidung yang dapat digunakan pada anak-anak atau pada saat epilepsi sedang berlangsung.
Jenis obat yang dikonsumsi harus sesuai dengan keputusan dokter, tergantung hasil diagnosa dokter terhadap jenis epilepsi yang diderita.
Ada orang yang bereaksi secara positif terhadap jenis obat tertentu, ada juga yang tidak mengalami kemajuan. Efek samping dari masing-masing obat juga berbeda untuk jenis obat yang berbeda.
Seringkali, perlu waktu untuk menyesuaikan jenis obat yang tepat dan dosis yang tepat.
Tujuan dari pengobatan adalah mengurangi intensitas dan frekuensi serangan epilepsi. Idealnya adalah ‘zero seizure’ (tidak ada serangan).
Jika zero seizure terjadi selama 2 tahun, maka dokter dan pasien dapat mempertimbangkan untuk menghentikan pengobatan. [Obat Epilepsi]
.
Operasi
Operasi pengang
katan bagian otak yang menyebabkan epilepsi telah dikembangkan selama 50 tahun dan terima dunia medis sebagai salah satu jenis pengobatan epilepsi, jika obat-obatan gagal mencegah terjadinya serangan epilepsi.
Dengan berkembangkan teknik operasi dan teknik identifikasi sumber epilepsi pada otak, tingkat keberhasilan operasi-operasi ini meningkat secara signifikan. Tentu saja, setiap prosedur operasi mengandung resiko masing-masing.
Diskusi dengan dokter sangat penting untuk menentukan apakah ini dapat menjadi jenis pengobatan yang tepat.
[Di Indonesia, Dr Zainal Muttaqin mempelopori operasi untuk pengobatan epilepsi. Beberapa rekan di Facebook Epilepsi Indonesia bertestimoni tentang kesembuhan atau berkurangnya epilepsi mereka. Dokter Epilepsi]
.
Stimulasi Saraf Vagus
Stimulasi saraf vagus adalah pengobatan dengan menyalurkan hantaran listrik pendek yang diarahkan ke otak melalui saraf vagus, yaitu saraf besar di leher. Energi listrik dihasilkan oleh baterai seukuran koin. Alat ini biasanya dipasang dibawah kulit di daerah dada.
Efektifitas stimulasi ini masih diselidiki.
.
Diet Ketogenik
Diet ketogenik adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa.
Studi menunjukkan bahwa pola makan ini membantu 2 dari 3 anak yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.
.
Pengobatan Alternatif
Efektifitas pengobatan modern biasanya diukur dari tingkat keberhasilannya di kelompok pengguna dengan jumlah yang cukup besar.
Pengobatan alternatif biasanya tidak mengikuti standar seperti ini sehingga efektifitasnya sulit dibuktikan.
Namun, beberapa pengobatan alternatif dikatakan penggunanya cukup efektif mengurangi atau menyembuhkan epilepsi.

Senin, 19 Maret 2012

Pencegahan DM


Upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Pencegahan Primer
Cara ini adalah cara yang paling sulit karena sasarannya orang sehat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah agar DM tidak terjadi pada orang atau populasi yang rentan (risiko tinggi), yang dilakukan sebelum timbul tanda-tanda klinis dengan cara :
  • Makan seimbang artinya yang dimakan dan yang dikeluarkan seimbang disesuiakan dengan aktifitas fisik dan kondisi tubuh, dengan menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak karena bisa menyebabkan penyusutan konsumsi energi. Mengkonsusmsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang berserat tinggi dan bukan olahan.
  • Meningkatkan kegiatan olah raga yang berpengaruh pada sensitifitas insulin dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Kerjasama dan tanggung jawab antara instansi kesehatan, masyarakat, swasta dan pemerintah, untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat

b. Pencegahan Sekunder
  • Ditujukan pada pendeteksian dini DM serta penanganan segera dan efektif, sehingga komplikasi dapat dicegah.
  • Hal ini dapat dilakukan dengan skrining, untuk menemukan penderita sedini mungkin terutama individu/populasi.
  • Kalaupun ada komplikasi masih reversible / kembali seperti semula.
  • Penyuluhan kesehatan secara profesional dengan memberikan materi penyuluhan seperti : apakah itu DM, bagaimana penatalaksanaan DM, obat-obatan untuk mengontrol glukosa darah, perencanaan makan, dan olah raga.

c. Pencegahan Tersier
  • Upaya dilakukan untuk semua penderita DM untuk mencegah komplikasi.
  • Mencegah progresi dari komplikasi supaya tidak terjadi kegagalan organ.
  • Mencegah kecacatan akibat komplikasi yang ditimbulkan.

Strategi yang bisa dilakukan untuk pencegahan DM adalah :

a. Population/Community Approach (Pendekatan Komunitas) :
Mendidik masyarakat menjalankan gaya hidup sehat dengan cara:
  • Mengendalikan berat badan, glukosa darah, lipid, tekanan darah, asam urat.
  • Menghindari gaya hidup berisiko.
  • Kerjasama dengan semua lapisan masyarakat.

b. Individual High Risk Approach (Pendekatan Individu) :
  • Umur > 40th
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Riwayat keluarga / keturunan
  • Dislipidemia / timbunan lemak dalam darah yang berlebihan
  • Riwayat melahirkan > 4 kg
  • Riwayat DM pada saat kehamilan

Diabetes melitus

adalah suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Tingginya kadar gula karena kurang maksimalnya pemanfaatan gula oleh tubuh sebagai sumber energi karena kurangnya hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas atau tidak berfungsinya hormon insulin dalam menyerap gula secara maksimal oleh sebab itu penyakit ini juga biasa disebut atau didefinisikan sebagai penyakit gula darah
Penyakit diabetes melitus yang biasa dikenal dengan kencing manis ataupun penyakit gula ini  dapat dibedakan menjadi 3 bagiany yaitu :
  1. Diabetes Melitus Tipe 1
  2. Diabetes Melitus Tipe 2
  3. Gestational Diabetes Mellitus
Pada orang normal, karbohidrat yang berupa makanan yang mengandung zat tepung ketika dikonsumsi akan diubah menjadi glukosa dalam saluran pencernaan, dengan bantuan insulin Glukosa ini kemudian akan dibawa oleh darah keseluruh tubuh dan masuk kedalam sel untuk dimanfaatkan sebagai energi.
Pada penderita diabetes mellitus gula tidak dapat atau sukar masuk ke dalam sel. hal ini disebabkan karena kelenjar pankreas memproduksi insulin kurang dari yang dibutuhkan atau bisa juga disebabkan karena aktivitas reseptor insulin menurun sehingga sel tidak dapat memberikan respon yang baik terhadap insulin walaupun insulinnya berkecukupan sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat

Minggu, 18 Maret 2012

Kanker


 Definisi Ca
                         
1.      Neoplasma atau Ca adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna dari tubuh (Patologi-Universitas Indonesia Hal.77)
2.       Neoplasma secara harfiah berarti “pertumbuhan baru”. Suatu neoplasma, sesuai definisi Willis, adalah “massa abnormal jaringan yang pertumbuhannya berlebihan dan tidak terkoordinasikan dengan pertumbuhan jaringan normal serta terus demikian walaupun rangsangan  yang memicu perubahan tersebut telah berhenti. (Patologi-Robbins edisi 7 Hal.186)
3.      Ca adalah proses mutasi atau aktivasi abnormal gen sel yang mengendalikan pertumbuhan sel dan mitosis sel (Fisiologi kedokteran edisi 11-Guyton Hal.41)
4.      Neoplasma ialah Massa jaringan yang abnormal, tumbuh berlebihan, tidak terkoordinasi dengan jaringan normal dan tumbuh terus meskipun rangsang yang menimbulkannya/memulainya telah hilang.(Patologi I (Umum) Edisi ke1-Sudarto Hal.171)
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f6/Cancer_progression_from_NIH.png/300px-Cancer_progression_from_NIH.png
                 Perkembangan  sel normal  menjadi sel kanker

Ciri-ciri tumor ganas atau kanker :
1.      Infiltratif, yaitu tumbuh bercabang-cabang menyebuk ke dalam jaringan sehat di sekitarnya, menyerupai jari-jari kepiting (cancer). Maka tumor ganas sering juga disebut kanker.
2.      Residif (Kambuh), setelah di angkat atau diberi pengobatan dengan penyinaraan sering, tumor ganas tumbuh lagi. Keadaan ini disebabkan karena terdapat sel-sel tumor yang tertinggal, yang kemudian tumbuh dan menjadi besar membentuk tumor pada tempat yang sama.
3.      Metastasis, tumor ganas sanggup mengadakan penyebaran sel sel kanker di tempat lain melalui peredaran darah atau cairan getah bening.
4.      Tumor ganas tmbuhnya cepat
5.      Hiperplasia
6.      Tidak terkoordinasi
7.      Tidak terbatas

Metastasis Ca :
1.      Pembuluh darah, atau Penyebaran sel tumor melalui aliran darah disebut penyebaran hematogen. Cara penyebaran ini khas untuk tumor ganas jenis sarkoma, meskipun dapat juga terjadi pada karsinoma. Sel tumor masuk ke dalam aliran darah diduga telah terjadi sejak timbul penampilan klinik tumor tersebut.
2.      Penyebaran limfatik, penyebaran ini melalui aliran getah bening disebut penyebaran limfogen. Se tumor ganas masuk lumen pembuluh limfe kemudian terbawa oleh aliran limfe masuk pembuluh aferen dan sampai di kelenjar bening regional.
3.      Rongga permukaan tubuh, yang paling sering terjadi penyebaran pada rongga peritoneum, tetapi dapat pula terjadi pada rongga pleura, perikardium, subarachnoid dan rongga sendi.

Kakeksia Kanker :
Banyak pasien kanker menderita penyusutan progresif lemak tubuh dan massa tubuh nonlemak, disertai lemahnya tubuh secara mencolok, anoreksia, dan anemia. Sindrom mengurusnya tubuh ini disebut kakeksia. Perburukan yang lambat ini biasanya diakhiri oleh timbulnya infeksi. Secara umum terdapat korelasi antara ukuran dan luas penyebaran kanker dengan keparahan kakeksia.(Patologi-Kumar Hal.231)


Definisi Ca Paru
1.      Kanker paru adalah kanker pada lapisan epitel saluran nafas (karsinoma bronkogenik).       (Patofisiologi-Corwin hal.576)
2.      Kanker paru adalah kanker yang mengalami penyebaran ke tempat limfatik regional dan tempat lain pada saat didiagnosis. (KMB Vol.1 Hal.628)

            Jenis Kanker Paru-paru
Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut Karsinoma Bronkogenik yang terdiri dari:
  1. Karsinoma Sel Skuamosa, sebanyak 30% dari kanker paru. Kanker ini jelas berkaitan dengan asap rokok dan pajanan dengan toksik toksik lingkungan, seperti asbestos dan komponen polusi udara.
  2. Karsinoma Sel Kecil, sekitar 25% dari semua kanker. Tumor jenis ini juga disebut sebagai karsinoma oat cell dan biasanya tumbuh di bagian tengah paru.
  3. Karsinoma Sel Besar, sangat anaplastik dan cepat bermetastasis, tumor ini sekitar 10-15% dari semua kanker paru.
  4. Adenokarsinoma, adalah jenis kanker paru yang berasal dari kelenjar paru, 30% dari semua kanker paru.
            (Patofisiologi Sylvia-Vol.2 Hal.845 dan Patofisiologi Corwin Hal.577)
Etiologi Ca Paru
      Merokok
      Perokok kedua (perokok pasif)
      Bahaya industri
      Polusi udara
      Jenis virus, virus dianggap dapat menyatukan diri dalam struktur ginetik sel, sehingga mengganggu generasi mendatang dari populasi sel tersebut
(Patofisiologi Sylvia-Vol.2 Hal.843)